Skip to content

Kumpulan Tanya Jawab

Temukan Jawaban atas Semua Pertanyaan Kamu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Toggle search form

Jawaban Tentukan bahasa yang digunakan dalam fabel buaya yang serakah dan memasang bel ke leher kucing​

Posted on March 21, 2023 By admin

Jika sobat lagi perlu solusi atas soal: Tentukan bahasa yang digunakan dalam fabel buaya yang serakah dan memasang bel ke leher kucing​, maka teman-teman sudah ada di website yang tepat.

Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan itu. Ayok lanjutkan membaca …

——————

Pertanyaan

Tentukan bahasa yang digunakan dalam fabel buaya yang serakah dan memasang bel ke leher kucing​

Solusi #1 untuk Soal: Tentukan bahasa yang digunakan dalam fabel buaya yang serakah dan memasang bel ke leher kucing​

Rangkaian peristiwa adalah seluruh peristiwa dalam sebuah tulisan atau cerita yang disusun berdasarkan kronologis atau urutan kejadiannya. Informasi dari rangkaian peristiwa dapat kita gunakan untuk menentukan jenis alur yang digunakan penulis dalam cerita tersebut.

Pembahasan

Pada kesempatan ini, soal meminta kita untuk menyajikan rangkaian peristiwa dari fabel yang berjudul “Buaya yang Serakah” dan “Memasang Bel ke Leher Kucing”. Berikut kakak akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

RANGKAIAN PERISTIWA

1. BUAYA YANG SERAKAH

– Buaya menanti makanan di sungai

– Buaya bertemu dengan ikan gurame

– Gurame mengarahkan buaya memakan itik

– Itik mengarahkan buaya makan kambing

– Kambing mengarahkan buaya makan gajah

– Buaya mencoba memakan gajah

– Gajah menyerang buaya sampai buaya tak bisa berkutik

Rujukan cerita:

Pada suatu hari di sebuah sungai, seekor buaya yang sedang mencari-cari mangsa. Sudah tiga hari ia tidak mencari mangsa. Sebelumnya ia mendapatkan seekor babi yang besar dan gemuk. Lalu tertidur pulas selama tiga hari karena kekenyangan.

Moncong buaya sudah dibuka lebar di sungai menanti kalau ada ikan yang lewat. Tetapi sudah lama ia menunggu mangsanya tak kunjung datang. Tidak berapa lama muncul seekor ikan gurame di dekat moncongnya. “Hai buaya! Kelihatannya kau lapar sekali!” sapa ikan gurame persis di depan mulutnya yang ternganga.

“Kebetulan sekali kamu datang. Perutku lapar sekali karena belum diisi.” ucap buaya dengan gembira. “Wahai buaya, kalau kau makan aku, pasti kau cepat lapar lagi. Bukankah dagingku tidak seberapa besar? Tetapi kalau kau ingin mendapat mangsa yang lebih besar lagi, diujung sana ada seekor itik yang sedang berenang. Tentu daging itik itu lebih besar dan lebih lezat daripada dagingku?” ujar ikan gurame memberi saran.

Buaya diam sejenak dan berpikir. Terbayanglah seekor itik yang besar dibandingkan dengan seekor ikan gurame. Buaya akhirnya mengikuti saran ikan gurame. Setibanya di dekat itik berada, ia langsung memburunya. Itik berlari ke darat untuk menghindari serangan buaya. Buaya terus mengejar, dan itik terdesak di sudut sebuah pohon. “Hati itik! Mau lari ke mana kamu?” gertak buaya.

“Jangan buaya! Janganlah kau mangsa aku, dagingku tidaklah seberapa besar. Kalau kau makan dagingku, pasti kau akan cepat lapar.” seru itik memohon. “Tetapi kalau kau ingin mangsa yang lebih besar dari aku, aku dapat menunjukkan di mana tempatnya.” “Tidak, aku sudah lapar sekali. Dagingmu kurasa cukup lumayan untuk mengisi perutku yang kosong ini.” ujar buaya yang sudah merasa lapar sekali. “Tunggu, tunggu dulu! Kalau kau ingin mangsa yang besar, di hutan sebelah sana ada seekor kambing yang besar dan gemuk. Bukankah daging kambing lebih lezat jika dibandingkan dengan dagingku?” usul itik.

…

2. MEMASANG BEL KE LEHER KUCING

– Raja tikus berdiskusi dengan para wazir tentang cara menghadapi kucing

– Wazir ketiga menyarankan strategi tipuan yakni merusak pakaian manusia dan menjadikannya seolah-olah dilakukan kucing

– Strategi dijalankan dan kucing pun menghilang dari kota

Teks rujukan:

“Dahulu di tanah para Brahma terdapatlah sebuah rawa bernama Dawran yang membentang di semua penjuru dengan jarak ribuan kilometer. Di tengah rawa tersebut ada sebuah kota bernama Aydazinum. Kota itu memiliki banyak daya tarik, keistimewaan dan penduduknya sangat sejahtera hingga bisa mendapatkan apa pun yang mereka mau.

Dalam kota ada seekor tikus bernama Mahraz, ia memimpin seluruh tikus yang hidup di kota itu dan juga desa-desa di pinggir kota. Ia memiliki tiga wazir yang siap memberi nasehat untuk bermacam urusan.

Suatu hari para wazir berkumpul di hadapan raja tikus untuk mendiskusikan berargam masalah. Di tengah perbincangan, raja berkata, “Apakah mungkin membebaskan diri kita dari teror turun-menurun yang kita dan juga nenek moyang kita rasakan terhadap kucing?”

…

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/21531386#readmore

——————

Demikian tanya-jawab mengenai Tentukan bahasa yang digunakan dalam fabel buaya yang serakah dan memasang bel ke leher kucing​, diharapkan dengan solusi ini bisa membantu memecahkan soal kamu.

Jika teman-teman masih memiliki soal lainnya, [silahkan|jangan ragu-ragu untuk gunakan menu pencarian yang ada di tempat ini.

Tanya Jawab

Post navigation

Previous Post: Jawaban sebutkan tokoh utama dan tokoh pembantu pada fabel berjudul “Hiu dan lumba-lumba dan fabel berjudul…
Next Post: Jawaban Apa tujuan komunikasi fabel kancil dan buaya

Related Posts

Jawaban Kapan BKR sebagai cikal bakal TNI dibentuk Tanya Jawab
Jawaban dampak” sosial, ekonomi, politik & budaya atas perpisahnya cekoslowakia Tanya Jawab
Jawaban pesawat Lion air terbang ke Banjarmasin tiap 4hari sekali pesawat merpati tiap 6 hari sekali sedangk… Tanya Jawab

Categories

  • Tanya Jawab

Recent Post

  • Jawaban berikut satu ambil remote control untuk memindah channel televisi yang kamu inginkan 2 tancapkan boo…
  • Jawaban kewenangan KPU menurut UUD 1945 adalah
  • Jawaban hak dan kewajiban warga negara dalam upaya pertahanan negara diatur dalam uud nri tahun 1945, yaitu​
  • Jawaban menurut pendapatmu apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan suatu barang uraikanlah dengan lengkap…
  • Jawaban Jelaskan penyebab makna kelangkaan sumber daya dan uraikan faktos2nya

Copyright © 2026 Kumpulan Tanya Jawab.

Powered by PressBook Masonry Blogs