Skip to content

Kumpulan Tanya Jawab

Temukan Jawaban atas Semua Pertanyaan Kamu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Toggle search form

Jawaban Sebutkan bentuk-bentuk proses penyelesaian konflik yang bersifat asosiatif​

Posted on April 18, 2022 By admin

Kalau teman-teman sedang membutuhkan jawaban atas pertanyaan: Sebutkan bentuk-bentuk proses penyelesaian konflik yang bersifat asosiatif​, maka kamu ada di laman yang tepat.

Di artikel ini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih jauh.

——————

Soal

Sebutkan bentuk-bentuk proses penyelesaian konflik yang bersifat asosiatif​

Solusi #1 untuk Soal: Sebutkan bentuk-bentuk proses penyelesaian konflik yang bersifat asosiatif​

Jawaban:

Koersi/Coercion:

Koersi atau pemaksaan adalah bentuk akomodasi yang menggunakan kekuatan atau ancaman kekerasan untuk mengakhiri konflik. Koersi biasanya melibatkan kekuatan dua pihak yang timpang, dimana pihak yang kalah harus memilih untuk memenuhi hal tertentu sebagai bentuk perdamaian atau pihak kalah tersebut akan dihilangkan.

Contoh dari bentuk koersi adalah genjatan senjata atau perjanjian perang. Genjatan senjata biasanya akan diambil untuk menghindari meningkatnya angka kematian warga sipil karena perang.

Kompromi/Compromise:

Kompromi bisa digambarkan oleh para pejuang yang memiliki kekuatan yang sama namun mereka meyakini tidak akan menang atas kelompok lain. Inilah yang membuat mereka membentuk akomodasi dengan menyetujui kompromi. Dalam kompromi tersebut biasanya masing-masing pihak akan membuat beberapa konsesi dan menghitung kembali tuntutan masing-masing.

Arbitrasi/Arbitration:

Arbitrasi adalah akomodasi yang terjadi melibatkan pihak ketiga yang memiliki kewenangan secara hukum untuk menyelesaikan konflik antar kedua belah pihak. Arbitrasi merupakan metode penyelesian konflik yang diakui secara internasional.

Konsiliasi/Conciliation

Konsiliasi sebenarnya hampir mirip dengan arbitrasi, dimana pihak-pihak yang bertikai menggunakan pihak ketiga. Bedanya konsiliasi biasanya menggunakan pihak ketiga yang secara sukarela membentu menyelesaikan permasalahan.

Mediasi/Mediation

Mirip dengan konsiliasi yang menggunakan pihak ketiga yang netral dalam menyelesaikan konflik. Perbedaannya pihak ketiga tidak berkewenangan memberi penyelesaian secara formal karena pihak ketiga hanya berlaku sebagai penasihat saja.

Toleransi/Toleration

Toleransi adalah bentuk akomodasi dimana tidak ada bentuk penyelesaian konflik dengan perjanjian tapi hanya ada penghindaran konflik terbuka. Dalam toleransi tidak ada konsesi yang dibuat oleh salah satu pihak dan tidak ada perubahan dalam kebijakan dasar.

Toleransi melibatkan penerimaan pihak satu terhadap pihak lainnya dengan keadaan tertentu. Setiap pihak menyadari bahwa bahwa setiap kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing. Saat ini toleransi merupakan bentuk akomodasi yang sangat dibutuhkan di Indonesia karena banyak kepentingan bisa merusak kebhinneka-an.

Konversi/Conversion

Konversi adalah bentuk akomodasi dimana satu pihak menyadari bahwa pihaknya salah dan pihak lebih benar saat terjadi konflik. Konversi dilakukan dengan melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain dan mulai mengindentifikasi diri dengan sudut pandang yang baru.

Proses konversi biasanya akan mengadopsi cara yang dilakukan pihak lain dalam melakukan hal tertentu. Konversi bisa terjadi dalam politik, ekonomi dan bidang lainnya yang berkaitan dengan konflik.

Rasionalisasi/Rationalisation

Akomodasi yang menggunakan rasionalisasi biasanya melibatkan alasan/penjelasan yang masuk akal terhadap masalah yang menyebabkan konflik, bukan menghakimi kekurangan/kesalahan pihak lain.

Ajudikasi/Adjudication

Ajudikasi adalah bentuk akomodasi yang melibatkan pihak pengadilan untuk menyelesaikan konflik. Kedua pihak biasanya lebih memilih pengadilan sebagai pihak ketiga karena akan ada sidang yang akan memberikan jawaban tentang konflik yang terjadi.

Segregasi/Segregation

Bentuk akomodasi yang dilakukan kedua pihak dengan saling menghindari konflik antara kedua belah pihak. Sikap saling menghindari konflik ini bertujuan agar antara kedua pihak tidak terjadi konflik yang berkelanjutan. Segregasi ini dulu dilakukan warga kulit putih dengan warga kulit hitam semasa masih ada politik aparthe

–—————————————————–—————————-

Jadikan jawaban tercerdas yaa!

——————

Sekian tanya-jawab tentang Sebutkan bentuk-bentuk proses penyelesaian konflik yang bersifat asosiatif​, diharapkan dengan jawaban di atas bisa bantu memecahkan soal kamu.

Jika kamu masih mempunyai soal yang lain, [silahkan|tidak usah ragu untuk pakai tombol search yang ada di halaman ini.

Tanya Jawab

Post navigation

Previous Post: Jawaban 3. Perhatikan operasi hitung berikut! 16 x 33 x 5 = 16 x 5 x 33 = (16 x 5) x 33 = 80 x 33 = 2640 Ope…
Next Post: Jawaban sifat komunikatif 1+(-6)=​

Related Posts

Jawaban kita dianjurkan untuk makan sahur karena didalam makan sahur terdapat​ Tanya Jawab
Jawaban Menurut pendapat kalian apa langkah yang sebaiknya di ambil pemerintah dalam meningkat kan ekonomi m… Tanya Jawab
Jawaban Cahaya dapat merambat pada ruang hampa karena Tanya Jawab

Categories

  • Tanya Jawab

Recent Post

  • Jawaban berikut satu ambil remote control untuk memindah channel televisi yang kamu inginkan 2 tancapkan boo…
  • Jawaban kewenangan KPU menurut UUD 1945 adalah
  • Jawaban hak dan kewajiban warga negara dalam upaya pertahanan negara diatur dalam uud nri tahun 1945, yaitu​
  • Jawaban menurut pendapatmu apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan suatu barang uraikanlah dengan lengkap…
  • Jawaban Jelaskan penyebab makna kelangkaan sumber daya dan uraikan faktos2nya

Copyright © 2026 Kumpulan Tanya Jawab.

Powered by PressBook Masonry Blogs