Skip to content

Kumpulan Tanya Jawab

Temukan Jawaban atas Semua Pertanyaan Kamu

  • Home
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Disclaimer
  • Toggle search form

Jawaban budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru

Posted on November 26, 2022 By admin

Apabila sobat lagi membutuhkan solusi dari soal: budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru, maka sobat sudah berada di website yang tepat.

Di halaman ini tersedia pilihan solusi tentang soal tadi. Ayok simak kelanjutannya ….

——————

Pertanyaan

budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru

1. gemar bekerja.
2. cara pola makan yang sehat
3. sikap ramah dengan cara membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih
4. masih melestarikan budaya kono meskipun negaranya sudah maju.
5. mempunyai ide untuk membuat sesuatu

Jawaban #2 untuk Pertanyaan: budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru

KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun”, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di Jepang, para ibu rumah tangga rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Contohnya saja Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman, Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
.
Jadikan yang terbaik ya

——————

Demikian solusi mengenai budaya bangsa Jepang yang dapat ditiru, semoga dengan solusi tadi bisa membantu memecahkan soal sobat.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan lain, [silahkan|tak usah ragu buat gunakan menu search yang ada di situs ini.

Tanya Jawab

Post navigation

Previous Post: Jawaban Quizz!!!! 1.apa bahasa jepangnya”kasur”? 2.apa bahasa jepangnya”lampu”? 3.apa bahasa jepangnya”spido…
Next Post: Jawaban cara dapat beasiswa bidikmisi

Related Posts

Jawaban mengumpulkan modal dari beberapa orang dan membentuk usaha bersama merupakan jenis… a. koperasi b…. Tanya Jawab
Jawaban Jelaskan definisi Islam Nusantara; meliputi zona mana saja Islam Nusantara itu; bagaimana amaliyah d… Tanya Jawab
Jawaban 3. Tentukan persamaan garis jika : a. Melalui dua titik A (7,-3) dan B(3,6) b. Melalui titik (2,3)da… Tanya Jawab

Categories

  • Tanya Jawab

Recent Post

  • Jawaban berikut satu ambil remote control untuk memindah channel televisi yang kamu inginkan 2 tancapkan boo…
  • Jawaban kewenangan KPU menurut UUD 1945 adalah
  • Jawaban hak dan kewajiban warga negara dalam upaya pertahanan negara diatur dalam uud nri tahun 1945, yaitu​
  • Jawaban menurut pendapatmu apa yang menyebabkan terjadinya kelangkaan suatu barang uraikanlah dengan lengkap…
  • Jawaban Jelaskan penyebab makna kelangkaan sumber daya dan uraikan faktos2nya

Copyright © 2026 Kumpulan Tanya Jawab.

Powered by PressBook Masonry Blogs