Mungkin teman-teman lagi memerlukan solusi atas soal: Bacalah teks berikut! Pagi ini suara Ibu membuatku terbangun dari tidurku. Tak tahunya, ibu ingin me…, maka teman-teman sudah ada di artikel yang benar.
Di artikel ini tersedia pilihan jawaban tentang soal itu. Silakan baca lebih lanjut.
——————
Pertanyaan
Bacalah teks berikut!
Pagi ini suara Ibu membuatku terbangun dari tidurku. Tak tahunya, ibu ingin mengajakku pergi ke taman untuk menghadiri acara menanam seribu pohon di desaku jam 08.00 nanti. Aku pun bergegas bangun, merapikan tempat tidurku, dan pergi ke kamar mandi Setelah sarapan, aku dan keluargaku pergi ke balai desa (warga memang disuruh berkumpul di balai desa) yang lumayan jauh dari rumah kami. Kami juga memilih berjalan kaki daripada naik motor. Mengapa kami memilih berjalan kaki daripada naik motor? Pertama, kita bisa mengurangi polusi udara. Oleh karena kalau naik motor, kita dapat menambah asap yang dapat menyebabkan polusi dan dapat merusak lingkungan. Kedua, kita bisa berolahraga dengan jalan kaki. Walaupun tempatnya jauh, tetapi dengan berolahraga kita sehat dan bugar bukan? Kita juga terhindar dari segala macam penyakit. Sampai di balai desa, kami dan semua warga dibagikan dua kantong biji pohon mangga oleh Pak RT. 1 kantong ditanam di Taman Panca Indah dan yang satu lagi ditanam di rumah dan pekarangan masing-masing. Setelah seluruh warga berkumpul di balai desa, semua warga pergi ke taman Panca Indah yang tidak jauh dari desa. Kami dan semua warga pergi ke taman bersama, termasuk juga Pak RT. Ada yang membawa alat kebersihan seperti cangkul, pupuk, dan air. Semua tampak bersemangat untuk menanam seribu pohon. Sungguh senang sekali menanam seribu pohon bersama. Coba seandainya kami tidak bekerja bakti dan melakukannya sendiri, pasti sekarang belum selesail Maka dari itu, kita perlu kebersamaan agar bisa meciptakan suatu kebaikan bersama. Ok, sekarang waktunya pulang ke rumah masing-masing. Suatu hari setelah pulang sekolah, aku mengayuh sepedaku ke Taman Panca Indah Sebelum pulang ke rumah, aku ingin melewati taman Panca Indah. Aku ingin melihat pohon mangga yang kutanam kemarin di sana. Aku ingin mengetahui apakah pohon manggaku sudah tumbuh atau belum. Saatku melewatinya, batang pohon manggaku sudah tumbuh. Sungguh senang hatiku. Aku merasa senang dan bahagia sekali karena bisa menanam pohon. Dengan menanam pohon, kita dapat mengurangi polusi udara. Kita dapat menebarkan kebaikan kepada semua orang. Manusia dapat merasakan suasana sejuk dan udara segar karena kita menanam pohon yang menghasilkan oksigen bagi manusia.
1.Apa judul yang tepat untuk cerita di atas?
2.Di manakah dilakukan kegiatan menanam pohon?
3.Siapa yang membagikan dua kantong biji pohon mangga?
4.Bagaimana sikap warga dalam kegiatan tersebut?
5.Mengapa tokoh aku dan keluarganya memilih berjalan kaki di balai desa?
Plis bantu jawab nantiku follow
Solusi #1 untuk Soal: Bacalah teks berikut!
Pagi ini suara Ibu membuatku terbangun dari tidurku. Tak tahunya, ibu ingin mengajakku pergi ke taman untuk menghadiri acara menanam seribu pohon di desaku jam 08.00 nanti. Aku pun bergegas bangun, merapikan tempat tidurku, dan pergi ke kamar mandi Setelah sarapan, aku dan keluargaku pergi ke balai desa (warga memang disuruh berkumpul di balai desa) yang lumayan jauh dari rumah kami. Kami juga memilih berjalan kaki daripada naik motor. Mengapa kami memilih berjalan kaki daripada naik motor? Pertama, kita bisa mengurangi polusi udara. Oleh karena kalau naik motor, kita dapat menambah asap yang dapat menyebabkan polusi dan dapat merusak lingkungan. Kedua, kita bisa berolahraga dengan jalan kaki. Walaupun tempatnya jauh, tetapi dengan berolahraga kita sehat dan bugar bukan? Kita juga terhindar dari segala macam penyakit. Sampai di balai desa, kami dan semua warga dibagikan dua kantong biji pohon mangga oleh Pak RT. 1 kantong ditanam di Taman Panca Indah dan yang satu lagi ditanam di rumah dan pekarangan masing-masing. Setelah seluruh warga berkumpul di balai desa, semua warga pergi ke taman Panca Indah yang tidak jauh dari desa. Kami dan semua warga pergi ke taman bersama, termasuk juga Pak RT. Ada yang membawa alat kebersihan seperti cangkul, pupuk, dan air. Semua tampak bersemangat untuk menanam seribu pohon. Sungguh senang sekali menanam seribu pohon bersama. Coba seandainya kami tidak bekerja bakti dan melakukannya sendiri, pasti sekarang belum selesail Maka dari itu, kita perlu kebersamaan agar bisa meciptakan suatu kebaikan bersama. Ok, sekarang waktunya pulang ke rumah masing-masing. Suatu hari setelah pulang sekolah, aku mengayuh sepedaku ke Taman Panca Indah Sebelum pulang ke rumah, aku ingin melewati taman Panca Indah. Aku ingin melihat pohon mangga yang kutanam kemarin di sana. Aku ingin mengetahui apakah pohon manggaku sudah tumbuh atau belum. Saatku melewatinya, batang pohon manggaku sudah tumbuh. Sungguh senang hatiku. Aku merasa senang dan bahagia sekali karena bisa menanam pohon. Dengan menanam pohon, kita dapat mengurangi polusi udara. Kita dapat menebarkan kebaikan kepada semua orang. Manusia dapat merasakan suasana sejuk dan udara segar karena kita menanam pohon yang menghasilkan oksigen bagi manusia.
1.Apa judul yang tepat untuk cerita di atas?
2.Di manakah dilakukan kegiatan menanam pohon?
3.Siapa yang membagikan dua kantong biji pohon mangga?
4.Bagaimana sikap warga dalam kegiatan tersebut?
5.Mengapa tokoh aku dan keluarganya memilih berjalan kaki di balai desa?
Plis bantu jawab nantiku follow
Jawaban:
1. Menanam seribu pohon
2. Balai desa/Taman pasca indah
3. Pak RT
4. Baik.
5. Karena dapat mengurangi polisi udara.
Penjelasan:
Maaf kalo salah
——————
Demikianlah solusi mengenai Bacalah teks berikut! Pagi ini suara Ibu membuatku terbangun dari tidurku. Tak tahunya, ibu ingin me…, semoga dengan jawaban di atas dapat bantu jawab pertanyaan kamu.
Mungkin sobat masih punya pertanyaan lain, [silahkan|jangan ragu untuk pakai menu pencarian yang ada di website ini.